KUNINGAN – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Desa Sindangbarang menggelar kegiatan Rembuk Stunting yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintah, aparat kewilayahan, dan tokoh masyarakat di Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu (08/07/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mengatasi permasalahan stunting. Melalui rembuk stunting ini diharapkan lahir komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta memperkuat edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Desa Sindangbarang Sertu Hanifam, Camat Kecamatan Selajambe Asikin, perangkat desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat lainnya.
Babinsa Desa Sindangbarang, Sertu Hanifam, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui rembuk ini, kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar angka stunting di Desa Sindangbarang dapat terus ditekan, " ujar Sertu Hanifam.
Sementara itu, Danramil 1511/Jalaksana Kapten Ctp Sutarno menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Koramil 1511/Jalaksana berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting melalui pendampingan dan edukasi yang dilakukan Babinsa di wilayah binaan, " kata Kapten Ctp Sutarno.
Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul.
"Generasi yang sehat merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Karena itu, Kodim 0615/Kuningan siap mendukung setiap program pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, " ungkap Letkol Arh. Hafda Prima Agung.
Senada dengan itu, Komandan Korem 062/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mengatasi stunting.
"Keberhasilan menurunkan angka stunting tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, " tegas Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., yang dikenal sebagai Jenderal Santri, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga.
"Pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Mari kita tingkatkan kepedulian dan gotong royong dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sehingga lahir generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing, " ujar Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M.
Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mengoptimalkan program pencegahan stunting di Desa Sindangbarang sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.(PERS)

Hanifam